Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

7 May 2013

Sifat atau Ciri-ciri Tanah Andosol



TANAH ANDOSOL
         Nama Andosol sendiri berasal dari kata Ando yang memiliki makna hitam dan sol yang artinya tanah. Tanah Andosol atau juga disebut tanah vulkanis, punya ciri khas yang mudah dikenali.
Berdasarkan sifat atau ciri-cirinya
1.  Tekstur
Tekstur geluh berdebu
2.  Struktur
Struktur remah kelapisan bawah agak gumpal
3.  Warna
Warna agak coklat kekelabuan hingga hitam
4.  Bahan induk
Bahan induknya abu atau tuf volkan
5.  Konsistensi
Konsistensi gembur dan bersifat licin berminyak (smeary), kadang-kadang berpadas lunak, agak asam, kejenuhan basa tinggi dan daya absorpsi sedang, kelembaban tinggi
6.  Porositas
Porositas tanah sedang sampai tinggi
7.   Permeabilitas
Permeabilitas sedang dan peka terhadap erosi.
8.  Kandungan bahan organik
Kandungan bahan organik horison A adalah tinggi antara 10-30%
9.  Solum
Solum agak tebal (1-2 m)
10. Curah hujan
Berkembang didaerah tipe iklim Afa, Cfa dan Cw (Koppen), tipe hujan A,B,C (Schmidt dan Ferguson) dengan curah hujan tinggi antara 2500-7000 mm/tahun tanpa atau sampai dua bulan kering.
11. pH tanah
Reaksi tanah masam sampai netral (pH 5,0-7,0)
Gambar tanah andosol
Tanah ini ditemukan di Jawa, Sumatra Utara, Sumatra Timur, Sumatra Barat, Bali, Lombok, Halmahera, Minahasa, dan sedikit di Kalimantan. Diseluruh Indonesia terdapat seluas 5 juta hektar. Terutama ditemukan ditempat-tempat dengan ketinggian tinggi didaerah gunung api (volkan). Tanah ini digunakan terutama untuk tanaman sayur-sayuran dan bunga-bungaan, perkebunan teh,  kopi dan kina. Juga untuk hutan pinus dan obyek-obyek pariwisata.

Sifat atau Ciri-ciri Tanah Aluvial


TANAH ALUVIAL
Tanah aluvial adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian. Aluvial ialah tanah muda yang berasal dari hasil pengendapan. Sifatnya tergantung dari asalnya yang dibawa oleh sungai. Tanah aluvial yang berasal dari gunung api umumnya subur karena banyak mengandung mineral. Tanah ini sangat cocok untuk persawahan. Penyebarannya di lembah-lembah sungai dan dataran pantai.
Berdasarkan sifat atau ciri-cirinya
1.  Tekstur
Tekstur tanahnya liat atau liat berpasir
2.  Struktur
Tanah Aluvial yang dipersawahan akan berbeda sifat morfologisnya dengan tanah yang tidak dipersawahan. Perbedaan yang sangat nyata dapat dijumpai pada epipedonnya, dimana pada epipedon yang tidak pernah dipersawahan berstruktur granular. Sedangkan epipedon tanah Aluvial yang dipersawahan tidak berstruktur.
3.  Warna
Tanah Aluvial yang dipersawahan akan berbeda sifat morfologisnya dengan tanah yang tidak dipersawahan. Perbedaan yang sangat nyata dapat dijumpai pada epipedonnya, dimana pada epipedon yang tidak pernah dipersawahan berwarna coklat tua (10 YR 4/3). Sedangkan epipedon tanah Aluvial yang dipersawahan warnanya berubah menjadi kelabu (10 YR5/1).
4.  Bahan induk
Berdsarkan bahan induknya terdapat tanah Aluvial pasir, lempung, kapur, basa,asam dan lain-lain
5.  Konsistensi
Mempunyai konsistensi keras waktu kering dan teguh pada waktu lembab.
6.  Porositas
Kaya akan fosfot yang mudah larut dalam sitrat 2% mengandung 5% CO2 dan tepung kapur yang halus dan juga berstruktur pejal yang dalam keadaan kering dapat pecah menjadi fragmen berbetuk persegi sedang sifat kimiawinya sama dengan bahan asalnya.
7.  Permeabilitas
Permeabilitas umumnya lambat dan tanah peka terhadap erosi
8.  Kandungan bahan organic
Kaya akan fosfot yang mudah larut dalam sitrat 2% mengandung 5% CO2 dan tepung kapur yang halus dan juga berstruktur pejal yang dalam keadaan kering dapat pecah menjadi fragmen berbetuk persegi sedang sifat kimiawinya sama dengan bahan asalnya.
9.  Solum
Belum mempunyai perkembangan profil karena tanahnya masih muda yang berasal dari hasil pengendapan.
10.        Curah hujan
daerah-daerah dengan curah hujan rendah di dapat kandungan P dan K lebih tinggi dan netral.
11. Ph tanah
pH lebih rendah dari 6,5
                        
Gambar tanah aluvial

Tanah ini terdapat disemua pulau di Indonesia, didaerah dataran, pelembahan, daerah cekung dan disepanjang daerah aliran sungai-sungai besar di kelima pulau besar. Luasnya kurang lebih 7 juta hektar. Pada umumnya merupakan daerah pertanian utama dan pusat-pusat penyebaran penduduk. Digunakan untuk persawahan, peladangan, kebun kelapa, palawija dan untuk daerah perikanan.
Makalah Sifat Tanah Podsol, Litosol, Planosol dan Grumusol

Makalah Sifat Tanah Podsol, Litosol, Planosol dan Grumusol



BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
        Menurut sejarah perkembangan kehidupan manusia, pada mulanya manusia itu hidup secara berpindah-pindah tempat atau sebagai Nomad. Hal ini mereka lakukan dalam rangka mencari sebidang lahan yang baik dan subur untuk melaksanakan pertanian mereka yang masih primitif itu. Pada masa itu, mereka belum menemui kesulitan-kesulitan untuk menemukan sebidang lahan yang baik untuk lingkungan hidupnya. Bertambah majunya peradapan manusia yang sejalan dengan perkembangan pertanian dan disertai perkembangan penduduk yang begitu pesat, memaksa manusia untuk menghentikan kebiasaan mengembara itu. Pada saat itu sebenarnya mereka sudah mulai menghadapi masalah-masalah tanah. Masalah yang sering timbul adalah cara mempertahankan kelestarian kesuburan tanah. Oleh karena itu, munculah orang mempelajari dan mengadakan penyelidikan tentang hal ihwal tanah. Maka munculah ilmu tanah yang mungkin merupakan ilmu yang paling awal dipirkan orang.
       Ada yang berpendapat bahwa sebelum manusia menemui permasalahan tentang dari mana mendapatkan makanan untuk hidupnya, manusia masih tergantung pada lingkungan alam, berburu  atau mengambil makanan dari tanaman yang ada disekitarnya. Tetapi lama kelamaan dengan hadirnya manusia-manusia baru karena tingkat fertilitas yang tinggi, maka dirasa sulit untuk mendapatkan makanan hanya dengan menggantungkan pada lingkungan disekitarnya. Tentu saja ini karena persediaan lebih sedikit dibanding permintaan dan walaupun sebagai nomaden telah mereka jelajahi dari satu daerah ke daerah yang lain yang hasilnya tetap saja, yaitu kesulitan bahan makanan. Di tengah kesulitan itu, manusia itu ditantang untuk berbuat sesuatu yang baik dengan menggunakan daya nalarnya. Tantangan itulah yang membuat manusia berpikir akan upaya pembudidayaan tanaman yang ada disekitarnya dengan cara menanam dan menggemburkan tanah. Merekapun mulai menetap sebagai manusia sedenter, menempati di daerah tanaman pangan yang telah mereka tanam dan mulai saat itulah manusia memperhatikan tentang tanah dan tanaman.
      Di daerah Mesopotamia, tepatnya di lembah sungai Euphrat dan Tigris merupakan daerah yang subur, oleh sebab itu  daerah ini berkembang menjadi daerah pertanian yang luas dan subur. Peradapan manusiapun kian berkembang di daratan Mesopotamia, sehingga lahirlah ragam ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengagumkan di masa itu. Termasuk di dalamnya perhatian manusia akan tanah yang merupakan faktor penting dalam poduksi pertanian dan kemudian menjadi sorotan khusus. Lalu munculah sederetan pakar seperti Herodutus (200 M) yang mengamati bahwa kesuburan lembah Mesopotamia tanahnya selalu mendapat endapan banjir dan sistem irigasi yang baik. Theoprastus  (300 M), menyatakan bahwa tanah yang subur kaena endapan banjir yang keruh mengandung partikel yang halus, tetapi menanam di tempat yang sama terus menerus dapat menurunkan produksi. Penambahan pupuk kandang atau limbah tanaman dapat memulihkan kesuburan tanah. Perkembangan selanjutnya tanah telah benar-benar diperhatikan sehingga munculah ilmu tanah yang perkembangan selanjutnya sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang lain.
       Oleh sebab itu , tanah ditafsirkan sebagai lapisan padat terluar dari planet bumi. Lapisan tipis yang hidup ini memiliki ketebalan beberapa centi meter sampai lebih dari dua atau tiga meter, namun demikian sangat mempengaruhi aktivitas di permukaan Bumi. Tanah sangat vital untuk mendukung kehidupan. Tanah menjadi wahana jelajah akar, menyediakan air, udara dan unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan. Tanah merupakan rumah bagi jutaan mikroorganisme yang melakukan berbagai aktivitas biokimia, seperti pengikatan nitrogen dari udara sampai pelapukan bahan organik, juga merupakan tempat bagi mikro dan mesofauna termasuk cacing tanah, semut dan rayap yang memakan akar tanaman, organisme lain dan bahan organik. Biodiversitas tanah yang lebih lengkap dijumpai di dalam tanah, bukan di atasnya. Berbeda tempat berbeda pula jenis tanahnya. Tanah beragam dari satu tempat ke tempat yang lain, tidak secara acak tetapi secara sistematis. Tanah di daerah tundra berbeda dengan tanah tropika, tanah di daerah yang terjal berbeda dengan tanah dataran, dan tanah bervariasi dalam jarak yang pendek. Jika kita berjalan dari puncak bukit menuju ke lembah, kita akan menjumpai tanah dengan bentuk dan sifat yang berbeda demikian juga kemampuannya untuk digunakan misalnya sebagai lahan budidaya tanaman atau untuk membangun jalan dan rumah. Keragaman ini mencerminkan posisi yang unik bagi tanah dibandingkan dengan komponen planet bumi lainnya. Tanah adalah penghubung antara atmosfer, litosfer, hidrosfer, dan biosfer
1.2        Rumusan Masalah
1.2.1        Bagaimanakah sifat utama tanah podsol?
1.2.2        Bagaimanakah sifat utama tanah litosol?
1.2.3        Bagaimanakah sifat utama tanah planosol?
1.2.4        Bagaimanakah sifat utama tanah grumusol?
1.3        Tujuan
1.3.1    Untuk mendeskripsikan sifat utama tanah podsol.
1.3.2    Untuk mendeskripsikan sifat utama tanah litosol.
1.3.3    Untuk mendeskripsikan sifat utama tanah planosol.    
1.3.4    Untuk mendeskripsikan sifat utama tanah grumusol.
1.4        Manfaat
Adapun manfaat yang dapat diambil dari serangkaian materi tersebut adalah :
1.4.1.   Dapat memahami sifat utama dari tanah podsol.
1.4.2.   Dapat memahami sifat utama dari tanah litosol.
1.4.3.   Dapat memahami sifat utama dari tanah planosol.
1.4.4.   Dapat memahami sifat utama dari tanah grumusol.

Untuk lebih lengkapnya silahkan klik link download di bawah ini gratis
DOWNLOAD


4 May 2013

Makalah Gunung Berapi di Indonesia

GUNUNG BERAPI DI INDONESIA


Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.

Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Purwodadi, Jawa Tengah. Masyarakat sekitar menyebut fenomena di Kuwu tersebut dengan istilah Bledug Kuwu

Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik.

Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya daripada suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.

Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magma di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran lava, kehancuran oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti berikut:


  • Aliran lava.
  • Letusan gunung berapi.
  • Aliran lumpur.
  • Abu.
  • Kebakaran hutan.
  • Gas beracun.
  • Gelombang tsunami.
  • Gempa bumi.

A.  Jenis gunung berapi berdasarkan bentuknya

      1. Stratovolcano
Tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan, sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa), kadang-kadang bentuknya tidak beraturan, karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. Gunung Merapi merupakan jenis ini.
      2. Perisai
Tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair, sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam), bentuknya akan berlereng landai, dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai.
      3. Cinder Cone
Merupakan gunung berapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya.
      4. Kaldera
Gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Gunung Bromo merupakan jenis ini.
B.  Klasifikasi gunung berapi di Indonesia
     1.  Tipe A
Gunung berapi yang pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600.
      2. Tipe B
Gunung berapi yang sesudah tahun 1600 belum lagi mengadakan erupsi magmatik, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan seperti kegiatan solfatara.
      3. Tipe C
Gunung berapi yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara/fumarola pada tingkah lemah.
C. Manfaat gunung berapi bagi manusia
      1. Sebagai tempat wisata
Gunung api mampu menyuguhkan kepada kita keadaan alam yang unik. Topografinya yang menjulang memberikan kepada kita pemandangan yang luas didaerah sekitarnya. Contohnya Gunung Bromo, Matahari terbit disini amat menakjubkan karena dapat dipandang lepas dari ketinggian, lalu dipuncak gunung api kita bisa menyaksikan alam yang gersang, berbatu - batu, alam yang keras. Sangat berbeda dengan pemandangan yang lembut, yang terdapat di sekitarnya. Dikaki dan lereng gunung api lubang kawah yang menganga yang ditingkahi dengan letupan - letupan yang tak kenal henti membuat setiap insan bergetar, bau belerang yang menyeruak kesegaran hawa pegunungan akan memberikan kenangan tersendiri kepada setiap pendaki atau wisatawan.
     2. Sebagai Tempat Petualangan
Menjelajahi gunung api memang banyak resiko batuan yang tajam terkadang dapat merenggut nyawa dan itulah tantangan bagi pendakian gunung api. Petualangan digunung api di Indonesia masih memerlukan pengembangan karena masih sering terdengar pemuda - pemuda kita yang tersesat dalam petualangan menjelajahi gunung api antara lain Gunung Gede - Pangrango, Gunung Salak, Gunung Semeru, Gunung Ceremai atau Gunung Slamet seringkali menjadi berita karena telah menelan korban.
Gunung api memang bisa buas bila kita tidak siap berkawan dengannya, bukan saja pengetahuan dan kemampuan fisik yang cukup, tetapi juga lapangannya disiapkan termasuk kebutuhan-kebutuhan berpetualang di gunung api.
      3. Sebagai pengobatan dan tempat peninggalan sejarah
Air panas acapkali terdapat disekitar gunung api, oleh karena panas gunung api merambat kedalam air tanah. Dalam perjalannya ke permukaan air yang panas tersebut melarutkan berbagai mineral yang berguna untuk kesehatan. Air panas yang keluar dapat dipergunakan untuk pengobatan berbagai macam penyakit antara lain koreng sampai kolesterol, tetapi sebelum berendam di air panas gunung api harus tetap waspada akan kandungan racun yang ada.
D. Penyebaran gunung berapi di Indonesia
• Jumlah gunung api aktif = 129 bh
• Jumlah gunung api yang meletus dalam 400 th terahkir = 70 bh
• Luas daerah yang terancam = 16.670 km
• Jumlah jiwa yang terancam = 5.000.000 orang 
• Sumatra : 30 buah
• Jawa : 35 buah
• Bali dan Nusa Tenggara: 30 buah
• Maluku : 16 buah
• Sulawesi : 18 buah
• Jumlah : 129 buah
E. Ancaman gunung api itu dapat diuraikan lebih lanjut sebagai berikut
      1. Lava
Lava adalah aliran batuan cair yang meleleh karena suhunya tinggi (sampai 1200 0 C). Lava mengalir melalui lereng dan dapat memcapai beberapa kilometer. Semua benda yang di lalui hancur terbakar. Lava dapat melongsor dan menimbulkan awan pijar serta letusan gas (degasing).
      2. Bom Gunung Api
Bom gunung api dapat terlempar dari pusat letusan sejauh radius 10 Km. Bom ini berukuran dari 10 0C lebih sampai ukuran 1/2 atau 2 sampai 3 m; biasanya panas atau pijar dan dapat menimbulkan kebakaran, baik pada rumah maupun hutan.
      3. Pasir dan Lapili
Pasir dan lapili adalah lemparan material letusan yang lebih kecil dari bom. Pasir berukuran lebih kecil dari 2 mm sedangkan lapili lebih besar dari pasir sampai berukuran beberapa cm. Selain menghancurkan atap rumah karena bebannya, juga pasir dan lapili dapat menghancurkan hutan dan pepohonan.
      4. Awan Pijar
Awan Pijar ini adalah Suspensi dari material yang halus yang dihembuskan oleh suatu gunung api dan merupakan campuran yang pekat dari gas uap dan materi yang halus tadi. Di Gunung Merapi, Jawa Tengah awan pijar disebut juga "Wedus Gembel" terjadi karena keluarnya gas dan lemparan material halus dari longsoran kubah yang membara (Jenis Merapi). Awan panas ini mencapai jarak sampai 10 km dari pusat longsoran.
      5. Abu Gunung Api dan Gas beracun
Abu merupakan lemparan material yang paling halus dari suatu letusan gunung api. Pada umumnya suhunya tidak panas lagi. Kadar gas yang keluar terlampau tinggi dari letusan suatu gunung api dapat pula menyebabkan kematian. Jika kita mendaki suatu gunung api kita dapat mempelajari bahan - bahan tersebut di Dinas Vulkanologi yang memantau gunung api tersebut.
Inilah sekelumit tentang gunung api di Indonesia baik bahaya dan manfaatnya. Karena kita sering mendaki atau melihat pemandangan di sekitarnya sudah barang tentu kita harus mempunyai pengetahuan tentang ke gunung api dan saya berharap tulisan ini dapat membantu anda untuk mengetahui tentang gunung berapi yang akan kita jadikan arena petualangan pendakian.

Letak Geografis dan Letak Geologis Daerah Blitar

Letak Geografis dan Letak Geologis Daerah Blitar

Makalah Letak Geografis dan Letak Geologis Daerah Blitar


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Blitar merupakan salah satu kota yang terletak dipulau jawa, tepatnya dipropinsi jawa timur. Sistem pemerintahan di Blitar dibagi menjadi dua yaitu kabupaten Blitar dan kota Bitar. Kabupaten Blitar memiliki 22 kecamatan yang dibagi lagi menjadi 220 desa dan 28 kelurahan, Kabupaten Blitar memiliki luas 1.588,79 km². Sedangkan Kota Blitar memiliki Kecamatan 3  yang dibagi menjadi  21 Desa/kelurahan. Kota Blitar memiliki luas 32,578 km². Wilayah Blitar sangat rawan bencana alam karena wilayah ini terletek dibawah kaki gunung kelud yang merupakan gunung aktif di pulau Jawa. Blitar juga dilewati aliran  Sungai Brantas yang akan meluap dan menyebabkan banjir apabila adanya hujan secara terus menerus. Selain itu, memiliki potensi bencana tsunami karena blitar terdapat pantai – pantai yang terdapat di selatan dan menyambung ke Samudera Hindia.
1.2 TUJUAN
Tujuan dari makalah ini untuk memperkenalkan tentang letak geografis dan letak geologis daerah Blitar dan sekitarnya kepada masyarakat. Selain itu supaya masyarakat bisa mengantisipasi bencana alam yang akan terjadi sewaktu-waktu di Blitar dan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada.

Untuk lebih lengkapnya silahkan klik link download dibawah ini gratis